Month: October 2018

Diet Berbahaya

Diet Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh

Diet memang baik untuk kesehatan, tapi bukan berarti bebas risiko. Bahkan, ada beberapa jenis diet tak hanya diketahui ampuh dalam menurunkan berat badan, tapi juga terkenal berisiko karena efek sampingnya terhadap kesehatan.

Jika Anda sedang atau berencana menerapkan pola diet yang dijabarkan di bawah ini, ketahui berbagai efek samping yang dapat terjadi.

  1. Diet ketogenik
Diet Berbahaya
Diet Berbahaya

Meski usianya belum ‘tua’, tapi diet ini sungguh populer. Pola diet ini adalah mengonsumsi makanan minim karbohidrat tapi tinggi lemak. Dengan begitu, terjadi proses ketosis di dalam tubuh. Ketosis merupakan status metabolisme tubuh saat lemak digunakan sebagai sumber energi utama.

Menurut situs https://828bet.online/ tujuan utama diet ini adalah agar tubuh menggunakan sumber lemak sebagai pengganti glukosa sebagai bahan bakar sel. Sekilas terdengar menjanjikan, yaitu sumber lemak akan dibakar sebanyak-banyaknya. Namun, apakah sesederhana itu?

Efek samping lainnya adalah keto flu, yang gejalanya mirip infeksi slu, seperti pusing, lemah, lesu, mudah tersinggung, dehidrasi, konstipasi, mual, dan muntah.

Hal tersebut terjadi karena tingginya kadar keton dalam tubuh. Keton menyebabkan terjadinya peningkatan buang air kecil sehingga Anda terancam dehidrasi dan kehilangan elektrolit. Kehilangan cairan serta elektrolit inilah yang berakibat munculnya keto flu.

Beberapa akibat kesehatan lain yang terjadi karena penerapan diet ketogenik di antaranya adalah aroma napas tidak sedap (akibat konsumsi makanan tinggi lemak), kelelahan, konstipasi (akibat kurangnya konsumsi buah dan sayuran), siklus menstruasi yang tidak teratur, penurunan kepadatan tulang, serta gangguan tidur.

  1. Diet bebas gluten
Diet Berbahaya
Diet Berbahaya

Diet bebas gluten juga merupakan metode diet yang banyak dijalani selebritas seperti Gwyneth Paltrow dan Jessica Alba untuk mempertahankan tubuh idealnya.

Awalnya, makanan bebas gluten ditujukan bagi penderita penyakit celiac. Penyakit celiacterjadi akibat gangguan imunitas terhadap saluran pencernaan. Gejala yang muncul adalah diare, kembung, dan penurunan berat badan.

Gluten adalah protein yang terkandung dalam banyak jenis biji-bijian dan serealia. Gandum adalah contoh makanan mengandung gluten, yang pemakaiannya sangat luas di industri kuliner seperti roti, tepung, pasta, mi, dan lain-lain.

Orang yang tidak memiliki penyakit celiac tidak akan terganggu bila mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Namun, mengingat salah satu gejala penderita celiacadalah penurunan berat badan, maka muncullah ‘ide’ untuk meniru pola makan untuk penderita penyakit celiac tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang normal yang mengadopsi pola makan bebas gluten alias gluten-free.

Kekurangan dari diet ini adalah hilangnya manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari makanan mengandung gluten. Bila seluruh makanan berbahan gandum, biji-bijian, serta serealia dihindari, maka tubuh akan kehilangan sumber karbohidrat dan serat yang baik. Belum lagi banyak biji-bijian menawarkan vitamin dan mineral yang lengkap. Makanya, mencoret gluten dari daftar makanan membuat Anda berisiko mengalami defisiensi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

  1. Diet mayo
Diet Berbahaya
Diet Berbahaya

Diet mayo merupakan metode diet yang dikembangkan oleh Mayo Clinic di Amerika Serikat. Diet ini tak hanya fokus terhadap apa yang Anda konsumsi, tapi juga berapa berat badan dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Diet mayo banyak diterapkan masyarakat karena diklaim dapat menurunkan berat badan 8-10 kg dalam 2 minggu. Ada beberapa aturan yang harus ditaati dalam mempraktikkan diet mayo, di antaranya tak boleh makan garam, minum air mineral 2 liter per hari dan tak boleh air dingin, serta makan malam sebelum jam 6 sore.

Membatasi konsumsi garam disebut-sebut ampuh dalam menurunkan berat badan. Ini tak sepenuhnya salah, karena garam bersifat mengikat air dalam tubuh. Pada diet mayo yang membatasi asupan garam, bukan tak mungkin Anda jadi sering buang air kecil. Garam juga mengandung sodium yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Karena tidak ada air yang terikat dan frekuensi buang air kecil yang bertambah, Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis yang diakibatkan oleh hilangnya cairan tubuh. Dengan kata lain, berat badan boleh turun, tapi itu hanya berupa cairan.

Kekurangan natrium dalam tubuh juga dapat memperlambat sistem metabolisme sel, yang akan berdampak pada saraf dan otot. Dampak tersebut bisa sebabkan badan lemas, mudah lelah, dehidrasi, dan sulit fokus.

Salah satu efek lain yang bisa ditimbulkan dari diet mayo adalah efek yoyo. Saat siklus diet mayo selesai, orang cenderung kembali ke pola makan yang lama, dan terjadilah kenaikan berat badan kembali.

Tetap prioritaskan diet dengan gizi lengkap

Pola penurunan berat badan dengan mengurangi porsi makan (tapi tetap dengan gizi seimbang) dan olahraga adalah metode diet yang dianjurkan dunia medis. Dengan begitu, asupan nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh tetap bisa terpenuhi.

Nutrisi makro seperti karbohidrat penting untuk membangun energi. Lemak dan protein penting untuk sistem hormonal, sistem imunitas, serta membangun massa otot. Berbagai nutrisi mikro juga memiliki peran yang vital terhadap fungsi tubuh.

Bila Anda ragu dapat memenuhi asupan nutrisi sehari-hari lewat makanan, suplementasi vitamin, mineral, serta asam lemak (seperti omega-3) bisa menjadi solusi.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Australia Selatan (UniSA), omega-3 pada minyak ikan bisa membantu mengurangi berat badan. Namun ada catatan yang perlu diperhatikan, yaitu harus dibarengi olahraga untuk hasil yang optimal dan dikonsumsi dalam dosis yang aman. Ini karena omega-3 dianggap dapat meningkatkan aliran darah ke otot selama latihan dan kemampuannya dalam mentransfer lemak pada bagian-bagian tubuh yang memerlukan energi.

Diet bukan berarti menyiksa diri. Menurunkan berat badan dengan mengurangi porsi makan tapi tetap dengan gizi seimbang, berolahraga secara rutin, menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan ngemil tidak sehat bisa menjauhkan Anda dari berbagai risiko diet terhadap kesehatan.

Masih penasaran dengan ketiga diet yang sedang tren di atas? Lebih baik berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu sebelum mencobanya, agar dilakukan pengaturan diet yang sesuai dengan profil tubuh Anda.